Ilmu + iman = akhlak mahmudah

Sabtu, 28 Julai 2018

Batasan Hubungan Laki-laki dan Perempuan

 

1.      Batasan Memandang dan Aurat
Islam memerintahkan agar orang beriman baik laki-laki maupun wanita menahan pandangannya untuk mengelakkan fitnah. Larangan ini didasarkan kepada ayat al-Qur’an. (surah an-Nur:30)

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Dan katakanlah kepada orang-orang yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui terhadap apa yang mereka lakukan

2.      Rasulullah saw juga melarang berdua-duaan antara lelaki dan perempuan.

قلَا يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا
Janganlah seorang di antara kalian berkhalwat dengan seorang wanita, karena yang ketiganya adalah syaitan (Tirmidzi dan Ahmad)

3.      Larangan bersentuhan kulit
Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam.

عن مَعْقِلَ بن يَسَارٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
Dari Ma’qil bin Yassar, ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”    (HR ath-Thabrani)

4.      Pergaulan di antara lelaki dan perempuan dibolehkan dengan syarat menjaga batas-batas Syarak seperti pakaian menutup aurat, tidak tabarruj, menundukkan pandangan, bercakap dengan suara biasa dan normal.  Sekiranya batas-batas Syarak tersebut tidak dipatuhi pergaulan di antara lelaki dan perempuan tidak dibolehkan didasarkan kepada kaedah “Sadd al-Zari’ah” (menutup pintu-pintu fitnah).

(petikan daripada blog soal jawab agama Islam)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan